Selamat tanggal 5, Simting.
Aku menyempatkan membalas suratmu saat meeting sekarang.
Aku ga bisa nunggu sampai nanti sore buat nulis, aku ga sabar. Hehehe
Ngomong-ngomong aku lupa sampein salam BRO nya ke dia.
Nanti deh ya kalau ketemu lagi, aku sampein.
Maaf ya kalau aku rada berantakan nulisnya kali ini. Maklum ngebagi konsentrasi antara meeting sama nulis surat-yang-ga-biasa buat kamu *alasan*
Eh, kamu bilang rindu kita berhastag ria kaya dulu?
Boleeehhh
Tapi.....emang kamu mau menunjukkan 'jati diri' kamu di sosial media?
Kamu kan pemalu~~
Hehehe
Kali ini aja deh aku bales tentang masa depan-masa depan-an ke kamu.
Aku & seseorang ku: belum berani ngomongin hal itu. Serius.
Aku serius.....serius banget sama seseorangku yang sekarang. Tapi, untuk ngomongin masa depan berdua sama dia dengan serius, aku sama dia kayanya belum berani.
Eeee...aku terlalu takut dia mikir kaya gini: 'Duh. Ima ini serius banget jadi cewe. Males.'
Terlalu paranoid ya? Tapi emang takuuuutt :)))
Nanti deh aku pikirin yang kaya gitu, kalau dia udah wisuda.
(MISI TERBESAR IMAADEW TAHUN INI : NEMENIN PATJAR SAMPAI WISUDA)
*ada amin?? AMIN!
Kalau aku bertemu dengan kamu, aku ga bisa bayangin sosok kamu yang diam dan diam,
aku tahu kalau punya sisi lain yang selalu kamu bagi dengan ku beberapa hari ini.
Aku merasa jadi orang yang beruntung.
Aku orang emmm...spesial mungkin? Yang bisa tahu kamu dengan sisi lain mu. :)
Kemarin ini, aku tiba-tiba kepikiran tempat yang pengen banget aku datengin.
Dari beberapa tempat yang indah bagus keren, aku mau ke....OLD TRAFFORD!!
HARUS. Suatu saat nanti, aku mau ke sana. AKU HARUS KE SANA.
Perempuan yang aneh ya aku?
Biasanya perempuan menempatkan tempat romantis di bucket list yang paling atas, kaya....
Paris? Korea?
Tapi aku?
OLD TRAFFORD!! OLD TRAFFORD!!
Nanti aku mungkin harus 'berantem' dulu sama seseorang-ku.
Dia pasti maunya ke Juventus Stadium. Aku juga mau sih kesana.....tapi abis ke Old Traford...
:)))
Kamu mau kemanaaa?
Ada bucket list kaya akuu?
Atau punya mimpi paling dekat yang mau kamu wujudin?
Cerita! Cerita!
Eh...
Aku mau fokus meeting lagi ya.
Ditunggu balesannya..
Pengagum suratmu,
Imaadew
5 Feb 2014
Aku Mau Ke Old Traffod, Kamu?
Label:
#30HariMenulisSuratCinta,
#DuaHati
4 Feb 2014
Untuk Si Pemberi Inspirasi
Untuk Alit, si pemberi inspirasi.
Hari ini akhirnya aku punya cara untuk menyampaikan rasa terima kasih.
Untuk tulisan-tulisan di blog kamu.
Untuk setiap ide dan cerita yang membantu membentuk cara berpikirku.
Untuk deretan kata yang dirangkai dengan cara mu sendiri.
Ingat tulisanmu tentang masa depan itu disiapkan bukan ditunggu?
Tentang bagaimana kamu 'megubah' mind set anak muda untuk tidak sekedar menikmati hidup
Tidak hanya menghabiskan hasil jerih payah, entah hasil kerja orang tua, maupun hasil kerja diri sendiri.
Aku belajar banyak dari sana.
Banyak sekali.
Setelah selesai membaca tulisan itu, aku mengurungkan niatku untuk membeli mobil.
Hahahahaha
Hebat sekai tulisan mu.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuka tabungan lagi.....dan sesuai dengan tulisanmu,
Aku membuka tabungan untuk anakku.
IYAH! AKU BUKA REKENING UNTUK ANAKKU.
Padahal....aku baru 23 tahun
Dan dengan supernya aku buka tabungan untuk anakku.
Aku menurunkan level keinginan beli mobil, demi menyiapkan masa depanku.
Hebat.
Tulisanmu hebat.
Terus lah menginspirasi aku dan banyak pembaca setia blog mu.
Terima kasih, Alit.
Semoga suatu saat aku bisa ketemu kamu....mungkin kalau nanti aku ke Jogja.
Hehehe
Yang Terinspirasi Olehmu,
@imaadew
Hari ini akhirnya aku punya cara untuk menyampaikan rasa terima kasih.
Untuk tulisan-tulisan di blog kamu.
Untuk setiap ide dan cerita yang membantu membentuk cara berpikirku.
Untuk deretan kata yang dirangkai dengan cara mu sendiri.
Ingat tulisanmu tentang masa depan itu disiapkan bukan ditunggu?
Tentang bagaimana kamu 'megubah' mind set anak muda untuk tidak sekedar menikmati hidup
Tidak hanya menghabiskan hasil jerih payah, entah hasil kerja orang tua, maupun hasil kerja diri sendiri.
Aku belajar banyak dari sana.
Banyak sekali.
Setelah selesai membaca tulisan itu, aku mengurungkan niatku untuk membeli mobil.
Hahahahaha
Hebat sekai tulisan mu.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuka tabungan lagi.....dan sesuai dengan tulisanmu,
Aku membuka tabungan untuk anakku.
IYAH! AKU BUKA REKENING UNTUK ANAKKU.
Padahal....aku baru 23 tahun
Dan dengan supernya aku buka tabungan untuk anakku.
Aku menurunkan level keinginan beli mobil, demi menyiapkan masa depanku.
Hebat.
Tulisanmu hebat.
Terus lah menginspirasi aku dan banyak pembaca setia blog mu.
Terima kasih, Alit.
Semoga suatu saat aku bisa ketemu kamu....mungkin kalau nanti aku ke Jogja.
Hehehe
Yang Terinspirasi Olehmu,
@imaadew
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
3 Feb 2014
Karena Aku Suka Kata-Kata Kamu
Hai, Simting..
Kamu tahu, aku tersenyum membaca suratmu.
Dan eeee....seseorang ku juga membaca suratmu untukku.
Tenang saja, dia ga marah kok. Jadi..........kita bisa bercerita dengan bebas di sini.
Seperti kata kamu sebelumnya.
Bagian yang paling bikin aku seneng dari suratmu adalah:
di sini kamu ingin berimajinasi sebebas-bebasnya dan itu bersama ku.
Hore hore!!!
Aku juga mau, melalang buana di sini..menulis semua isi kepala ku, menceritakan keluh kesah ku, menyandarkan kumpulan huruf, memeluk banyak tulisan....dalam 30 hari ini bersama kamu.
Ah, aku terlalu puitis ya?
Aku sering menulis untuk seseorangku.. kamu juga, tidak?
Ngomong-ngomong..aku sama dia tidak akan secepat pikiran mu untuk ke pelaminan. HAHAHAHA
Kamu orang ke sekian yang bilang gitu ke aku. Huh.
Padahal....aku masih mau bermain kata demi kata untuk dia. Masih mau mengumpulkan banyak momen bahagia-kenangan-masa-pacaran sama dia. Klasik banget ya alasanya. Hehe.
Aku suka kata-kata kamu tentang pacar adalah wakil Tuhan.
Duh, kamu se-romantis itu untuk menganalogikan seseorang. Jadi penasaran seperti apa wakil Tuhan milikmu.
Wakil Tuhan milikku, dia seseorang yang bisa bikin aku ngelakuin sesuatu yang belum pernah aku lakuin sebelumnya. Bukan, bukan semacam ngemil upil sama es jeruk. Itu juga aku belum pernah sih, tapi aku belum se-kurang-kerjaan itu lah :))))
Dia bisa bikin aku 'menyerah' sama pikiran ku sendiri. Curang banget kan dia? Hih.
Btw, sekarang lagi hujan. Dan aku nulis surat buat kamu sambil dengerin hujan.
Kamu tahu? Aku cinta hujan.
Hujan kadang membawaku ke banyak cerita. Imajinasi sendiri. Punya fantasi sendiri.
Hujan hebat yah. <3 div="">3>
Kamu kemarin ulang tahun? Selamat ulang tahun ya. Semoga cita dan cinta kamu berkembang seiring sejalan dan tak ada yang runtuh di tengah jalan. Amin.
Nanti kita mungkin bisa merayakan ulang tahun bersama. Entah ulang tahun mu, atau ulang tahun ku.
Jangan lupa ajak wakil Tuhan kita masing-masing :)
Hey ngomong-ngomong....
Nanti kita harus punya satu tempat untuk bercerita tak lewat surat.
Imajinasi kata-kata, yang akan keluar lewat bibir masing-masing.
Kali ini, kamu yang tentukan.
Dan nanti di hari hujan pukul delapan, di tempat itu, kita akan tertawa dengan angan kita.
Aku tunggu ya.
Salam hujan,
Imaadew
Label:
#30HariMenulisSuratCinta,
#DuaHati
Selamat duapuluhtiga, tigafebruari.
Wahai 3 Februari,
Selamat ulang tahun.
Sudah hitungan tahun dan rasa kesal ku pun menahun.
Dulu aku selalu mengucap selamat, untukmu..
Entah dengan rasa tulus atau hanya sekedar basa basi semu..
Tapi kali ini, aku sudah jemu..
Bosan dengan kebasa-basian diriku denganmu.
Jadi surat ini untuk tanggal tiga februari,
Bukan untuk dirimu pribadi..
Aku tidak menulis surat ini dengan rasa benci.
Hanya saja aku tak suka basa-basi..
Apalagi denganmu, lelaki penuh maksud tersembunyi.
Sudah lah.
Selamat ya, tiga februari.
Semoga semakin tahun kamu bisa meluruskan pikirannya.
Dan katakan pada nya...
Aku sudah sangat bahagia dengan seseorang ku kini.
Dan dulu dengan dia hanya basa basi.
Jangan berharap lebih, karena aku tak mau ada kesempatan lagi.
Katakan ya.
Selamat duapuluhtiga, tiga februari.
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
2 Feb 2014
Dewa Cinta Kesayangan
"Selamat Februari! Selamat bersenang-senang dan bermain cinta!"
Mungkin begitu teriakan para dewa cinta akhir-akhir ini.
Aku berpikir, mungkin para dewa cinta itu sedang berlomba.
Berlomba menjadi dewa cinta terbanyak yang menyatukan manusia, yang membuat manusia menjadi lebih bahagia dan berwarna hidupnya, yang menjadikan manusia tidak lagi hanya satuan tunggal tapi memiliki pasangan, manusia yang berpasang-pasangan.
Bukah kah itu juga salah satu tujuan Tuhan?
Menciptakan manusia untuk mencari dan menemukan pasangannya.. :)
Aku penasaran.
Jangan-jangan setiap manusia memiliki dewa cintanya sendiri. Yang menuntun untuk bertemu pasangan cintanya. Ah...aku ingin tahu siapa dewa cintaku!
Baiklah..
Anggap saja aku tahu. Dan surat ini untuk kamu, Dewa Cinta Kesayangan <3 div="">3>
Dear Dewa Cinta Kesayangan,
Aku ingin memberi penghargaan untuk kerja mu yang bagus selama ini.
Yah, walopun sering kali kamu membawaku ke pasangan yang salah, tapi kali ini, kamu membawaku ke dia yang tepat.
Mungkin kamu adalah tipe Dewa Cinta yang perlu waktu lama untuk mempelajari, mengerti, dan mendalami karakterku. Ah, untung kamu bukan Dewa Cinta yang cepat belajar. Jadi kamu baru menemukan pasangan untuk ku saat ini. Yap. Di saat yang tepat.
Kepada Dewa Cinta Kesayangan,
Terima kasih pernah membawa ku kepada dia-dia sebelum dia yang sekarang.
Semesta menitipkan pelajaran berharga, melalui mereka: para masa lalu yang baik hati :))
Ah....
Kali ini aku harus menuduhmu bekerja sama dengan Semestasku, Dewa Cinta Kesayangan.
Dasar!
Kalian kolaborasi hebat banget yaaa buat hidup aku.
Dan kali ini..
Kepada Dewa Cinta Kesayangan,
Aku mohon tetap kan hati ku hanya untuk dia yang sekarang.
Yang sudah kamu pasangkan dengan tepat.
Yang menjadi alasanku memiliki banyak cerita cita dan cinta akhir-akhir ini.
Untuk mu Dewa Cinta Kesayangan.
Sampaikan banyak salam cinta ku untuk dia.
Aku tahu, dia selalu rindu aku..Jadi, bantu aku selalu mengingatkannya kalau aku juga selalu rindu dia :)
Terima kasih,
Wahai Dewa Cinta Kesayangan..
Ntah keahlian apa namanya, tapi kamu menggunakannya dengan baik
Dan tentu saja.....aku tak perlu bayar apa-apa ke kamu. GRATIS!
*aku juga perempuan biasa. suka gratisan*
Hey.
Sudah terlalu panjang surat ku.
Jangan terlalu asyik dengan suratku, Dewa Cinta Kesayangan.
Pergi lah. Lanjutkan pekerjaanmu: menghampirinya dan bilang aku selalu sayang dia.
Hati-hati di jalan ya..
Kalau ketemu Dewa Cinta lain yang ganteng, jangan gampang terpesona.
Coba kenal lebih dalam dulu *halah*
Take care, Dewa Cinta Kesayangan.
Manusiamu,
@imaadew
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
1 Feb 2014
Dear Kamu, yang belum tahu kusebut siapa namanya.
Dear Kamu-yang-Membantuku-Tahu-Berbalas-Surat-dengan-Siapa,
Oke...nick name nya kepanjangan.
Mulai surat pertama ini aku panggil kamu....eeeeee....aku bingung.
Kamu mau dipanggil dengan nama siapa?
Karena memanggil nama asli kamu terlalu biasa untukku yang menulis surat ini dengan tidak biasa.
Di balasan surat nanti, kasih tahu yang mau dipanggil dengan sebutan apa.
Hey kamu..
Aku..ntah mau mulai dari mana surat ini. Rasanya begitu banyak tumpukan cerita yang ingin aku sampaikan, tapi tertahan pelan-pelan oleh batasan kita.
Eh wait! Kita punya batasan bercerita tentang hidup kita? Semoga tidak :)
Aku ingin memulai surat ini dengan satu perasaan: bahagia.
Selalu.
Aku selalu bahagia saat menulis. Dan kali ini, aku perlu usaha lebih untuk menulis dengan bahagia senang riang syalalala~
Ntah lah. Dadaku sesak akan perasaan ini itu tentang dia. Tentang seseorang yang lebih dari sempurna untukku.
Hmmm...
Kamu juga punya seseorang seperti seseorang-ku?
Aku mau tahu tentang seseorang-mu ...jika boleh :)
Ngomong-ngomong tentang bahagia, apa sih sebenernya yang bikin seorang kamu selalu bahagia, tersenyum, semangat, dan menulis banyak hal?
Apa seseorang-mu yang menjadi sumber segala tawa dan inspirasi?
Atau sekeliling-mu, yang menjelma menjadi racun dalam pikiran sehingga membuat kamu hanyut dan terseret arusnya?
Atau rutinitasmu, yang mungkin itu-itu saja..Ah! Kurasa kali ini hari-hari mu tak abu-abu. Sudah lebih berwarna bukan?
Atau...justru kamu sama seperti aku? Menciptakan kebahagian-kebahagiaan sendiri untuk mencari warna lain selain hitam putih abu-abu?
Ah....
Aku terlalu banyak ingin tahu tentang kamu.
Maaf ya :')
Sekarang...aku sedang susah membedakan.
Mana perasaan ingin marah & kecewa, mana perasaan pasrah dan menerima begitu saja.
Aku terlalu rapuh untuk kecewa pada yang hampir sempurna.
Lemah sekali aku...
Duh. Kenapa aku mulai mengeluh di surat ini?
Maaf ya.
Baiknya aku sudahi saja suratnya.
Aku menunggu balasan dari kamu. Siapa tahu memberi warna jingga biru atau...bahkan pink di hariku.
Hehehehehe.
Your Partner In Letter,
Imaadew.
Label:
#30HariMenulisSuratCinta,
#DuaHati
Surat Pertama, Kepada Semesta
Kepada Semesta,
Ini surat pertama dari 30 surat....atau lebih, yang aku bakal tulis 1 bulan ini.
Kenapa untuk kamu, Semesta?
Karena kamu lah penyebab dari semua hal dan semua orang yang akan ku kirimin surat nanti.
Kepada Semesta,
Bagaimana cara kamu merangkai seluruh potongan-potongan mimpiku menjadi nyata satu per satu?
Bagaimana mungkin kamu bisa dengan licik mencari berbagai cara untuk meninggikan lalu menjatukan ku lagi dan lagi?
Bagaimana mungkin kamu bisa menjalankan skenario indah untuk mengangkatku lagi, menempatkan aku di antara tumpukan kenyataan yang dulu hanya ada di angan?
Bagaimana caramu, Semesta?
Tak perlu lah aku cerita kan bagaimana aku kini..
Semua adalah aturan Mu, Semesta.
Atau....jangan-jangan tingkah laku ku yang membuat masa ku seindah ini?
Kamu hanya mengikuti apa yang aku lakukan ya, Semesta?
Hanya menguntitku, lalu melihat bagaimana hasil sikap & sifat ku?
Iya, Semesta?
Ah....curang sekali kamu.
Membiarkan ku berjalan sendiri..
Memutuskan langkahku akan kemana..sendiri.
Membairkan aku larut dalam sedihku, lalu menemukan cara untuk keluar dari larutan itu, sendiri..
Tapi..sudah lah.
Terima kasih untuk melepas ku.
Terima kasih untuk membiarkan aku mencari jalan ku sendiri.
Terima kasih, SEMESTA.
Untuk mu, Semesta..
Yang berada di atas segala-galanya.
Yang bernaung selalu di tiap jiwa-jiwa yang bermimpi.
Semoga tak bosan mendengar keluh kesah mimpi cinta dan cita ku.
Semoga semuanya selalu berjalan sesuai inginku yang kau restui, Semesta.
Semoga.
PengikutMu,
@imaadew
Label:
#30HariMenulisSuratCinta
Langganan:
Postingan (Atom)